13 February, 2010

Bersyukur atas apa yang telah الله kasih

Di pagi hari yang cerah ini, tepatnya hari minggu yang bertepatan dengan perayaan Imlek dan Hari Kasih sayang / Valentine, saya tidak henti-hentinya untuk terus mengucap syukur atas apa yang telah الله kasih. Begitu banyak sekli keajaiban-keajaiban yang tidak pernah kita sangka sebelumnya. Blog yang akan saya ulas saat ini, akan lebih mengkonsentrasikan akan pentingnya bersyukur. Di beberapa cerita sebelumnya pun, saya menuliskan mengenai rasa syukur. Entah mengapa saya selalu ingat akan pesan guru agama saya bahwasannya ketika kita nersyukur atas apa yang kita punya niscaya الله akan menambahnya namun ketika kita kufur atas apa yang telah الله kasih maka niscaya الله akan marah.

Hidup akan terasa indah apabila kita memiliki banyak teman yang dapat mendukung kita dalam setiap tindakan kita yang positif, الله memang baik karena-Nya, kita dapat saling mengenal dan saling menyayangi satu sama lain. Pepatah mengatakan bahwasannya tak kenal maka tak sayang. Di sini saya mengajak teman-teman semua untuk saling memahami dan menyayangi teman-teman kita. Terkadang orang melihat dan mau berteman dengan orang lain jika fisik, materi, ilmu yang dimilikinya tergolong baik. Padahal setiap orang itu memiliki kelemahan dan kekuatan masing-masing loh.

Suatu ketika saat salah satu teman saya, dijauhi oleh teman-teman yang lain karena dia terlihat kusam, tak bermateri dan lain sebagainya sehingga sedikit sekali yang mau berteman dengannya. Saya pada saat itu mencoba untuk mendekatkan diri dan mengenal lebih dalam tentang dia, dia ternyata tidak pesimis dengan keadaan itu. Dia tetap bersyukur atas apa yang dia punya walaupun teman-temannya menjauhi dia namun dia berkata : "saya sangat mensyukuri atas apa yang الله kasih karena setiap apa yang kita miliki, semuanya hanyalah titipan الله, semua akan kembali kepada-Nya"

Ucapan yang dia lontarkan membuat hati saya bergetar bahwa terkadang orang menyombongkan dan bangga akan harta yang mereka miliki serta mereka selalu mengininkan yang lebih daripada itu dan tidak mensyukuri atas apa yang saat ini mereka punya. Ingat, الله bisa saja mencabut sewaktu-waktu atas apa yang kita miliki jika Dia menghendaki. Oleh sebab itu janganlah selalu melihat ke atas (terhadap orang-orang yang lebih dari kita) namun lihatlah ke bawah (terhadap orang-orang yang kurang dari kita) kemudian renungkan dan cobalah untuk mensyukurinya.

Semoga hari-hari kita semua selalu dalam ridho الله. Amiin

-Angga Permana Freud-

No comments:

Post a Comment