22 September, 2011

Dreams !!!!

Hi Guys, how are you doing today? it's been so long not to update my blog. well, now I'm gonna talk about the dreams. Hell yeah, I think everyone has their own dreams and what about you? have you ever had your dreams come true? Let's start to talk.......

I have so many dreams and I wanna make all my dreams come true, I expected to get high GPA, accepted in the top 5 Universities in the world, being a famous guy by his own career, have a good girlfriend, many friends, best friends, go around the world, speak many languages, be a professional photographer, artists, movie maker, and many more.

Sometimes, I feel that to get many dreams are impossible but I just let them go. Some of my dreams were not reached, I wasn't accepted in the top 5 Universities in the world but I didn't give up, I signed up at Bunda Mulia University, Jakarta, Indonesia, I'm taking communication science, public relations core. I do love to speak, to communicate, to build the relationships with other people. Sometimes, I also love to pay attentions to people's behave. People are unique, every human being is a unique person.

I have ever felt that I wanted to take Psychology as my major at the university, that's why I put my last name by the name "freud". It was taken by "Sigmund Freud", a philosopher of Psychology. I took communication science at last because I wanted to be a good public relations, I think when I have graduated from the undergraduate degree, I'll take the International relations or the International law for my postgraduate degree.

So what's next???? After graduating from my postgraduate degree, next for my another dream is working at the United Nations in the New York City (NYC), the United States, that's why, I hope I could be able to be accepted at Harvard University, Boston to continue my master degree.

I have ever heard a sentence that "a succeed person got their success by their well plans". So what's your plan next????? In the next few months, I really want to participate at the Indonesian-American scholarship that is held by the US embassy in Jakarta. This is a full scholarship for all undergraduate students, all majors who sit in the fifth grade, the other requirement is able to master English, proved by the TOEFL score or IBT.

I hope I will be accepted in this program so that I'll go to the US to have a short English course and also will learn about the culture of the US. To learn the cultures of other country is one of my eager, I like to know what's new for me and what's weird for me so that I'll survive to live in many countries, hehehehe and I also could introduce my own cultures to the world.

Dreams never come by it self but we have reach them by our own sweat, sacrifices, and many more. When I was a kid, my parents never forbid me to have many dreams but I keep remembering what they have said that we do not need to have many dreams as long as we do not want to make them come true, means that when we have many dreams, we also have to give the evidence that we're not just stuck in the same place, we need a change, from nobody be a somebody, change of making everything easy cause we never want to take any risks into making anything by counting and anticipating what's good and what's bad of the things, of any decisions that we will take, of selecting a friend, of changing minds, from impossible to be possible cause there is always a way.

We never be appreciated by other people if we do not appreciate them, so to appreciate people is one of the change that we need to do. Appreciate what people have just done, even just a little, meaningless, but everything can change, from small to big, from nothing to be everything, than you'll find what a life.

Improving your skill is one of the efforts that you have to do. E.g for example when you want to be a good singer but you never try to practice your vocal, it means nothing. You can get the spirit from your self, you don't need to force somebody to give the spirit for you. You can see the biography of succeed people, and learn what made them be success person like now.

I look at the biography of Agnes Monica, one of the Indonesian famous singer, I learn from her about what made her be a high level musician, actor, and model. I keep looking at the biography of people who have influenced me, not only Agnes Monica, the other ones such like Mr. President Barack Obama, Cinta Laura Kiehl, Michael Jackson, Justin Bieber, Beyonce, and many more.

They have motivated me to be a better one, so who are the people that have influenced you, may you can learn from their sacrifice and you can follow their best to get their dreams.

With Love, -Angga Freud <3 <3 <3

10 May, 2011

Saat seorang PR memberi uang tip kepada para wartawan


Saat seorang PR memberikan uang tip untuk para wartawannya demi kepentingan perusahaannya, jika dilihat dari etika profesi seorang Public Relations, hal tersebut selayaknya tidak perlu dilakukan karena dapat membuat image/citra seorang PR menjadi buruk di mata para wartawannya. Perlu kita ingat bahwasannya tidak semua wartawan menerima uang tip di dalam peliputan beritanya walaupun sudah banyak terbukti juga bahwa dalam kenyataannya banyak para wartawan yang menerima uang tip bahkan ada juga oknum dari para wartawan yang mengancam tidak akan menayangkan pemberitaan mengenai suatu perushaan jika wartawan yang bersangkutan tidak diberikan uang tip oleh pihak perusahan yang dimaksud (Public Relations). Banyak sekali kasus yang terjadi pada seorang Public Relations yang menganggap wartawan itu sebagai musuh di dalam selimut sehingga berpikiran bahwa setiap wartawan selalu menerima uang tip, padahal hal tersebut sebenarnya bisa menyinggung para wartawan yang tidak menerima uang tip.

Selain itu, hendaknya seorang PR perlu memahami prinsip-prinsip etika profesi, yakni adanya tanggungjawab yang lebih mementingkan kepentingan orang banyak serta mementingkan orang-orang yang dilayaninya, jika wartawan yang meliput press confrence tersebut tidak meminta uang tip, sebaiknya PR yang bersangkutan tidak perlu memberi uang tip tersebut namun akan lebih baik jika ditanyakan terlebih dahulu dengan sopan dan bersahabat, apakah wartawan tersebut terbiasa dengan uang tip atau tidak sehingga tidak menyinggung wartawan yang meliput serta tidak mengabaikan prinsip tanggungjawab seorang PR yang juga mementingkan kepentingan orang-orang yang dilayaninya (dalam hal ini para wartawan dan publik/khalayak luar).

Selain prinsip bertanggungjawab, di dalam etika profesi terdapat prinsip keadilan, yakni dalam hal ini seorang PR tidak boleh merugikan pihak yang menjadi client yang dilayaninya. Sehingga jika wartawan merasa dirugikan akibat pemberian uang tip yang dilakukan oleh seorang PR, maka dalam hal ini seorang PR tidak memiliki prinsip keadilan di mana hanya mementingkan kepentingan perusahaannya saja dengan mengabaikan kepentingan dari wartawan yang meliput press confrence tersebut. Sulit dipungkiri pula bahwa di Indonesia sendiri masih banyak wartawan yang melihat pemberian uang tip sebagai hak dasar mereka untuk meliput suatu berita di dalam sebuah press confrence. Akan tetapi, saya tetap memandang keprofesionalitasan suatu profesi atas dasar etika dan sikapnya dalam bekerja, sehingga uang tip yang diberikan hanyalah berupa apresiasi dalam bentuk bonus dari hasil kerjanya, bukan karena kepentingan perusahaan yang diliputnya saja.

Prinsip-prinsip lain dalam sebuah etika profesi adalah prinsip otonomi dan prinsip integritas moral. Mengacu pada prinsip otonomi, sebetulnya seorang PR yang memberikan uang tip tersebut akan menerima konsekuensinya terhadap apa yang diperbuatnya. Mungkin pemberitaan mengenai perusahaanya akan dinilai baik oleh masyarakatnya akan tetapi citra dari perusahaan tersebut akan jelek di mata para wartawannya karena dianggap rendah dengan memberikan uang tip kepada para wartawan dengan maksud pemberitaan mengenai perusahaannya diliput dan dipublikasikan.

Sedangkan, jika mengacu kepada prinsip integritas moral, PR yang memberikan uang tip tersebut sebenarnya memiliki integritas moral yang rendah di mata saya karena PR tersebut hanya mementingkan kepentingan perusahannya agar dinilai baik di mata masyarakatnya tanpa melihat keoentingan orang-orang disekitarnya (dalam hal ini adalah para wartawan yang tidak terbiasa menerima uang tip).

Terimakasih :)

09 May, 2011

Perspektif Kuantitatif atau Kualitatif?



Menguasai kedua perspektif (pendekatan) baik pendekatan kualitatif maupun pendekatan kuantitatif sangatlah penting. Becker (Mulyana, 2001: 5) mendefinisikan perspektif atau pendekatan sebagai seperangkat gagasan yang melukiskan karakter situasi yang memungkinkan pengambilan tindakan. Sehingga, berdasarkan pemahaman saya, perlunya memahami kedua pendekatan agar kita dapat mengimplementasikan suatu permasalahan dari berbagai sisi.

Yakni dari perspektif kualitatif yang notabennya lebih menitikberatkan terhadap kesubjektifan hasil data yang mendeskripsikan, dan mengkritisi suatu fenomena yang ada secara lebih khusus dan mendalam. Sedangkan perspektif kuantitatif lebih menitikberatkan terhadap keobjektifan hasil data yang dapat mempengaruhi suatu fenomena sosial dan menghubungkannya dengan fenomena lain sehingga di dalam pendekatan kuantitatif mengkaji mengenai besaran, jumlah, intensitas, frekuensi, pengaruh, serta hubungan dari satu fenomena dengan fenomena yang lainnya.

Secara umum pendekatan kuantitatif memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
•Hubungan riset dengan subjek  jauh. Hal ini dapat diartikan bahwasannya seorang peneliti menganggap sebuah realitas terpisah dengan dirinya, oleh sebab itu perlu adanya jarak agar keobjektifitasan hasil data dapat terjaga dengan baik.
•Riset bertujuan untuk menguji teori atau hipotesis, mendukung atau menolak teori. Dengan demikian sudah sangat jelas bahwa data dijadikan sebagai sarana konfirmasi teori atau dengan kata lain teori dibuktikan dengan data.
•Riset harus dapat digeneralisasikan. Hal ini menuntut sampel yang representatif dari seluruh populasi,operasionalisasikonsep serta alat ukur yang valid dan realibel.
•Prosedur riset rasional  empiris, maksudnya adalah riset berangkat dari teori-teori dan konsep-konsep yang melandasinya.

Sedangkan pendekatan kualitatif memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
•Intensif, peneliti melakukan riset penelitiannya cnderung lebih lama dibandingkan dengan peneliti yang menggunakan pendekatan kuantitatif.
•Perekaman dilapamgan dilakukan dengan hati-hati terhadap apa yang terjadi dengan catatan-catatan dan tipe-tipelain dari bukti dokumenter.
•Analisis data di lapangan.
•Hasil data dideskripsikan secara detail dan terperinci.
•Menyikapi permasalahan secara subjektif, periset bertindak sebagai sarana penggalian interpretasi data.
•Realitas adalah holistik dan tidak dapat dipilah-pilah.
•Peneliti menjelaskan penjelasan-penjelasan yang menjadi ciri khasnya tentang sesuatu yang terjadi dan tentang individu-individunya.
•Penelitian dilakukan berdasarkan keingintahuan fenomena secara lebih mendalam bukan terhadap keluasannya.
•Prosedur risetnya bersifat empiris dan tidak berstruktur.
•Hubungan antara teori,konsep dan data melahirkan teori baru.

Implikasi terhadap hasil penelitian yang diperolehnya yakni penguasaan terhadap pendekatan kuantitatif dapat membuat peneliti dapat menggunakan hasil penelitiannya untuk riset keilmuan yang menitikberatkan terhadap kuntitas dari besaran, frekuensi, intensitas, hubungan serta pengaruh dari suatu fenomena dengan fenomena yang lainnya yang kemudian hasil daripenelitian tersebut diverifikasi oleh teori yang berkaitan.

Sedangkan implikasi terhadap penelitian yang mengunakan pendekatan kualitatif adalah peneliti dapat mengkritisi suatu permasalahan sosial secara lebih mendalam dan lebih menitikberatkan terhadap kualitas dari suatu fenomena yang ada yang kemudian hasil dari penelitian tersebut dijadikan sebagai landasan teori.

(Sumber : Kriyantono, Rachmat, Teknis Praktis Riset Komunikasi, Kencana Prenada Media Group, Cetakan ke-5, Desember 2010.)

21 March, 2011

Membuat Judul Penelitian Komunikasi ala Angga Freud

Ketika kita ingin menentukan sebuah judul penelitian yang tepat untuk penelitian komunikasi adalah dengan menarik sebuah masalah sosial ke dalam masalah komunikasi. Di dalam masalah sosial, seperti yang kita ketahui bahwasannya sering terjadi gap di antara das sollen dan das sein (realitas yang terjadi secara teori dengan realitas yang terjadi sebenarnya). Saat ditarik ke dalam masalah komunikasi, maka sebenarnya, kita sudah dapat lebih membuat permasalahan yang akan kita teliti menjadi lebih spesifik. Dari kespesifikasian masalah tersebut, kita dapat memahami dari sudut pandang apakah kita akan meneliti masalah tersebut.

Ketika kita sudah menspesifikan suatu masalah sosial menjadi masalah komunikasi (yang dalam hal ini dikaitkan berdasarkan teori, unsur dan levelnya), maka selanjutnya kita dapat menentukan sudut pandang apakah yang akan kita gunakan di dalam mencari solusi untuk memecahkan masalah tersebut. Kita dapat menentukan sebuah judul penelitian dari sudut pandang yang berbeda-beda, baik dari segi pengaruh, hubungan, frekuensi, besaran, efektivitas, intensitas, strategi, peranan, ataupun untuk mengetahui makna sesuatu yang akan kita teliti. Keseluruhan sudut pandang tersebut memiliki cara dan metode yang berbeda-beda di dalam pencarian solusinya. Sudut pandang yang telah kita tentukan dinamakan paradigma.
Kesimpulan
Dengan demikian, langkah-langkah yang tepat untuk menentukan sebuah judul penelitian untuk masalah komunikasi adalah dengan cara :

1.Menentukan masalah sosial

2.Menarik masalah sosial ke dalam masalah komunikasi (dengan menentukan teori, unsur dan level komunikasi yang tepat)

3.Menentukan sudut pandang / paradigma

Sedangkan di dalam membuat sebuah penelitian, maka langkah-langkah yang dilakukan adalah :

•Menentukan masalah sosial

•Menarik masalah sosial ke dalam masalah komunikasi berdasarkan teori, unsur, dan level komunikasinya

•Menentukan metodologi, berdasarkan paradigma, sifat, metode penelitian, teknik pengumpulan data dan teknik analisis data.

18 March, 2011

About Public Relations

Definisi dan Pengertian Public Relations yang merujuk pada kesimpulan yang telah dirangkum oleh Dr. Rex F. Harlow yang kemudian dikembangkan berdasarkan definisi pribadi.

Public Relations memiliki fungsi dalam sebuah manajemen yang khusus mendirikan dan memelihara komunikasi, pemahaman, penerimaan serta kerjasama di dalam suatu organisasi dengan publiknya. Sehingga dalam hal ini, Public Relations memiliki fungsi yang cukup penting dalam sebuah organisasi dengan membentuk sebuah komunikasi dan menyampaikannya kepada publik dengan tujuan agar publik tidak hanya menerima informasinya saja akan tetapi juga mengadopsi pesan yang diterimanya dengan baik. Dengan demikian, akan terjalin kerjasama yang baik dari organisasi tersebut dengan publiknya. Publik dalam Public Relations meliputi publik internal dan publik eksternal.

Pemahaman yang tercipta di antara organisasi dan publiknya mengandung arti bahwa organisasi sudah memahami kondisi nyata publiknya dan begitupun sebaliknya bahwasannya publik pun harus mempunyai informasi yang cukup tentang organisasi tersebut.

Kerjasama yang terjalin meliputi manajemen dalam organisasi itu sendiri dengan memperhatikan masalah-masalah yang ada serta isu-isu yang mencuat. Selanjutnya, Public Relations memiliki peranan penting dalam menjaga reputasi atau citra suatu organisasi, reputasi dan citra yang dimaksud adalah kredibilitas organisasi tersebut yang meliputi kemampuan suatu organisasi dalam berorganisasi dengan baik serta dapat membangun kepercayaan publiknya.

Public Relations juga harus dapat menerima serta mendengarkan opini publik agar saran dan kritik yang disampaikan melalui opini publik dapat dijadikan sarana untuk memperbaiki organisasinya serta mampu mendefinisikan dan menegaskan mengenai tanggung jawab manajemen dalam organisasinya tersebut agar mampu memenuhi kepentingan publik dengan baik karena seorang Public Relations perlu memperhatikan kepentingan publiknya di samping kepentingan di dalam organisasinya.

Public Relations membantu manajemen dalam sebuah organisasi untuk mengikuti dan memanfaatkan secara efektif mengenai perubahan dalam pelayanan sebagai suatu sistem peringatan awal untuk mengantisipasi kecenderungan negatif yang akan muncul. Selain itu, seorang Public Relations harus dapat mengubah sikap publiknya dari benci menjadi simpati, dari memiliki prasangka negatif menjadi menerima dengan positif, dari apatis menjadi menaruh perhatian dan dari tidak tahu menjadi berpengetahuan.
Sehingga Public Relations memiliki fungsi yang cukup kompleks karena berperan cukup penting dalam sebuah organisasi, suatu kredibilitas sebuah organisasi dibangun oleh Public Relationsnya dengan memiliki tanggung jawab sosial dan tidak mengabaikan kepentingan publiknya.

Seorang Public Relations menggunakan penelitian dan perkiraan serta etika komunikasi sebagai alat yang paling utama dalam mendukung semua tugasnya. Dengan demikian, dalam menjalankan tugasnya sebagai seorang Public Relations, maka perlu memperhatikan etika-etika dalam berkomunikasi guna menjaga kredibilitas bagi organisasinya. Jika kredibilitasi dalam organisasinya buruk maka seorang Public Relations perlu mengembalikan nama baik organisasi tersebut dan jika kredibilitasi dalam organisasinya baik maka seorang Public Relations perlu menjaga reputasi dan citra dalam organisasi tersebut dengan baik.

Public Relations membutuhkan relasi dalam melakukan sebuah hubungan atau kerjasamanya sehingga hubungan tersebut terbentuk atas dasar kebutuhan bagi organisasi dan juga publik. Seorang Public Relations yang handal akan cakap dala memenuhi kepentingan organisasinya atau pun kepentingan publiknya.

Pesona Keindahan Laut Bunaken Yang Mengesankan

Sabtu, 24 oktober 2010 aroma udara pagi yang sejuk menghantarkan energi positif untuk menikmati keindahan laut Bunaken di kawasan Sulawesi Utara sebelah barat kota Manado.
Menikmati perjalanan yang sangat berkesan ke Pulau Bunaken menjadi kenangan yang sulit terlupakan bagi saya. Perjalanan dari Manado menuju Pulau Bunaken ditempuh dalam waktu dua jam perjalanan dengan menggunakan bus wisata dan boat. Selama dalam perjalanan menggunakan boat, saya dan salah seorang rekan saya berdiri di ujung boat bagaikan adegan Leonardo De Caprio dan Kate Winslet dalam tayangan film Titanic. Selama perjalanan ke tengah-tengah laut, saya melihat atraksi secara alami dari segerombolan lumba-lumba yang melompat-lompat ke permukaan. Kepiawaian penyu-penyu pun dalam berenang di bawah permukaan laut menjadi daya tarik saya untuk tetap menikmati keindahan Laut Bunaken.
Setibanya di lokasi di mana tempat biasanya para wisatawan melakukan snorkeling dan diving, maka saya pun sangat berantusias dan sudah sangat tidak sabar untuk ber-snorkeling dan ber-diving bersama teman-teman. “Pak-pak, ada ikan hiunya nggak pak di sini?” seraya teman saya bertanya, dan petugas pun menjawab “Di Bunaken sendiri terdapat banyak hiu namun hiu biasanya terdapat di kedalaman 40 meter di bawah permukaan laut sedangkan bagi penyelam pemula biasanya hanya boleh menyelam maksimal sampai kedalaman 10 meter di bawah permukaan laut”. Berdasarkan informasi yang disampaikan oleh petugas tersebut, maka saya pun semakin berani untuk menyelam ke dasar laut.
Dengan keterbatasan alat-alat menyelam maka saya pun menunggu giliran menyelam sembari ber-snorkeling atau melihat keindahan dasar laut hanya dari permukaannya saja. Rasa khawatir dari dalam diri saya pun tiba-tiba muncul saat saya terjun dari boat ke permukaan laut, walaupun saya menggunakan peralatan snorkeling (termasuk baju pelampung) akan tetapi saya tetap khawatir tenggelam karena saya tidak mahir berenang. Dari boat / kapal tampak seorang ibu-ibu tua yang satu kapal dengan saya, mengambil gambar saya dari kamera pribadinya, tanpa mengulur waktu, saya pun langsung bergaya dan memintanya untuk dikirimkan ke email saya.

Setelah puas ber-snorkeling, saya pun lanjut melakukan diving atau menyelam ke dasar laut selama kurang lebih sepuluh menit. Sungguh pengalaman yang luar biasa karena saya dapat bercengkerama dengan kehidupan di laut secara langsung, melihat berbagai macam ikan hias, bintang laut, terumbu karang dan sebagainya. Akan tetapi, waktu sepuluh menit itu sungguh sangat singkat sekali bagi saya dan setelah waktunya berakhir, saya pun harus kembali ke permukaan laut dan naik ke boat / kapal.
Pengalaman menyelam tersebut merupakan pengalaman pertama bagi saya hingga pada saat naik ke kapal, perut saya pun terasa mual dan saya dengan tidak sengaja muntah. Salah satu teman saya bertanya “Are you okay? You looked so pale” dengan lemas saya pun menjawab “I’m okay, don’t worry about me, thanks”. Hari pun sudah semakin sore, dengan selesainya serangkaian acara di laut Bunaken, maka saya dan teman-teman pun kembali ke hotel dan selama perjalanan pulang ke hotel, kami semua tertidul pulas akibat kelelahan yang kami rasakan.

02 March, 2011

My Passion

Hallo semua, apa kabar? sudah lama sekali saya tidak meng-update blog. Well, di sore hari ini, saya akan menulis cerita tentang passion. Mungkin sebagian orang sudah menentukan passionnya masing-masing atas tujuan hidupnya. Di sini, saya memiliki tujuan hidup sendiri, yakni dengan berbagai macam effort/usaha tentunya. Anyway, kalian semua pasti tau kalau pohon itu tumbuh dari kecil hingga besar. Saya menganalogikan passion saya ini bagaikan sebatang pohon yang terus tumbuh guna meraih cita-cita setinggi langit. Sedari kecil, saya memang punya cita-cita yang teramat sangat tinggi namun terkadang, hasrat itu menurun dan bangkit kembali. Saya menyadari akan istilah up and down dalam hidup. Semua itu akan kita ketahui dengan mengetahui dan menguasai diri kita masing-masing. Pernah tidak kalian membayangkan untuk menjadi orang hebat di dalam suatu bidang dengan banyaknya dukungan???? kalau saya sih sangat sering, hehehehehe. Akan tetapi, di balik semua itu perlu adanya usaha keras dan doa dari kita masing-masing.



Akan ada banyak sekali rintangan dan cobaan untuk meraih semua itu, diibaratkan seperti padi, saat padi itu semakin meninggi, maka angin yang bertiup pun akan semakin kencang. Sehingga saat hasrat/passion yang kita miliki itu semakin tinggi maka saya yakin bahwa "nothing impossible cause everything is possible" namun saat impian kalian belum terwujud, jangan pernah menyerah karena akan selalu ada cara dan jalan kelarnya, kalau misalkan kita pernah mendengarkan lirik lagu Bondan Prakoso ft. Fade2Black, mungkin kita akan sadar kalau semuanya itu akan baik-baik saja, berikut lirik lagu yang dinyanyikan BondanPrakoso ft. Fade2Black :

Ketika mimpimu yg begitu indah,
tak pernah terwujud..ya sudahlah
Saat kau berlari mengejar anganmu,
dan tak pernah sampai..ya sudahlah (hhmm)

*reff:
Apapun yg terjadi, ku kan slalu ada untukmu
Janganlah kau bersedih..coz everything's gonna be OKAY

Santoz:
yo..Satu dari sekian kemungkinan
kau jatuh tanpa ada harapan
saat itu raga kupersembahkan
bersama jiwa, cita,cinta dan harapan

Lezz:
Kita sambung satu persatu sebab akibat
tapi tenanglah mata hati kita kan lihat
menuntun ke arah mata angin bahagia
kau dan aku tahu,jalan selalu ada

titz:
juga ku tahu lagi problema kan terus menerjang
bagai deras ombak yang menabrak karang
namun ku tahu..ku tahu kau mampu tuk tetap tenang
hadapi ini bersamaku hingga ajal datang

Bondan Prakoso:
Sempat kau berharap keramahan cinta,
tak pernah kau dapat..ya sudahlah
yeeah..dengar ku bernyanyi..lalalalalala
heyyeye yaya dedudedadedudedudidam..semua ini belum *****hir

back to *reff

Fade 2 Black:
satukan langkah..langkah yg beriring!
genggam hati, rangkul emosi!

Bondan Prakosa:
Genggamlah hatiku, satukan langkah kita

Fade 2 Black:
Sama rasa, tanpa pamrih
ini cinta..across da sea

Bondan Prakosa:
peluklah diriku..terbanglah bersamaku, melayang jauh.. (come fly with me, baby)

Fade 2 Black:
Ini aku dari ujung rambut menyusur jemari
sosok ini yg menerima kelemahan hati
yea..aku cinta kau..(ini cinta kita)
cukup satu waktu yes.(untuk satu cinta)

satu cinta ini akan tuntun jalanku
rapatkan jiwamu yo tenang disisiku
rebahkan rasamu..untuk yg ditunggu
BAHAGIA..HINGGA UJUNG WAKTU..

so jangan pernah mnyerah untuk mewujudkan passion kalian cause there is always a way :)

Regards,

-APF-