27 October, 2013

Aktivitas Volunteering Membantu Sekolah Tertinggal Bersama Gerakan Indonesia Berkibar



Tidak seperti pada weekend biasanya, hari Minggu ini (27/10/2013), suasana lalu lintas Jakarta kembali macet di beberapa titik di pusat kota. Hal ini disebabkan bukan hanya adanya acara “Car Free Day” yang selalu diselenggarakan di setiap Minggunya, namun bertepatan pula dengan acara tahunan “Jakarta Marathon 2013”. Kondisi ini menyebabkan beberapa akses jalan ditutup, tidak hanya jalanan protokol saja, melainkan jalanan lain.

Tepat di hari ini, saya mengikuti kegiatan volunteering untuk membantu sekolah tertinggal di SDN 03 Cisarua, Purwakarta bersama GerakanIndonesia Berkibar (GIB). Di pagi hari, saya pergi dari rumah sekitar pukul 6.15 menggunakan taksi dengan harapan agar saya dapat hadir di “meeting point” (titik kumpul) para volunteer GIB yang telah dijadwalkan untuk hadir tepat pukul 7 pagi. Akan tetapi, akibat kegiatan “Jakarta Marathon 2013” yang sedang diselenggarakan, sehingga banyak akses jalan tertutup dan saya pun harus mencari-cari alternatif jalan lain untuk sampai di area titik kumpul tepat waktu.

Ekspektasi saya untuk hadir tepat waktu ternyata tidak tercapai. Saya hadir di area titik kumpul yang berlokasi di kantor “Ayo BerbuatBaik” (Grand Wijaya) sekitar pukul 9 pagi. Perasaan kesal sedikit muncul karena saya terlambat sekitar 2 jam namun ternyata teman-teman volunteer lain pun merasakan hal yang sama. Setibanya di area titik kumpul, saya dan teman-teman volunteer lainnya bergegas untuk menuju lokasi. Beberapa dari kami yang tergabung dalam “tim advance” sudah pergi terlebih dahulu, sedangkan saya yang tergabung dalam tim lainnya ber-convoy menggunakan mobil sejenis “Jeep” yang terdiri dari 5 mobil.




Di tengah perjalanan, salah satu mobil “Jeep” dari rombongan kami mogok di jalan akibat bocornya selang turbulator. Diperlukan waktu yang cukup lama untuk memperbaiki selang tersebut. Setelah mobil berhasil diperbaiki, rombongan kami pun melanjutkan perjalanan untuk menuju SMPN 03 Tegal Waru, Purwakarta (area titik kumpul sebelum melanjutkan ke SDN 03 Cisarua Purwakarta). Namun, di tengah jalan, kami pun kembali mendapatkan hambatan, kami sempat tersesat beberapa kali hingga akhirnya mendapatkan petunjuk jalan yang telah diarahkan oleh “tim advance” dan panitia.


Setibanya di area titik kumpul di Purwakarta, kami beristirahat makan siang sejenak sebelum melakukan loading barang dari mobil “pick up” ke mobil yang dapat menjangkau “off road” yang telah kami tumpangi sebelumnya. Loading barang pun kemudian dilakukan dengan kerjasama dari semua volunteer yang hadir. Volunteer yang hadir merupakan gabungan dari beberapa organisasi, komunitas, media dan perusahaan seperti Dompet Dhuafa, CIMB Niaga, Putera Sampoerna Foundation, Komunitas TAFT Diesel Indonesia, NET TV, Organisasi “AyoBerbuat Baik”, Kompas Gramedia, Cargil, dan Accer. Mobil “off road” tersebut merupakan support dari komunitas TAFT Diesel Indonesia.



Setelah loading barang selesai dilakukan, kami pun segera bergegas ke lokasi mengingat jadwal yang telah bergeser dari rencana yang telah ditentukan. Kami terbagi menjadi 2 kelompok, yakni kelompok yang menggunakan perjalanan darat dengan menggunakan mobil berkapabilitas “off road”, serta kelompok yang menyeberangi waduk Jatiluhur dengan menggunakan perahu. Saya dan beberapa teman-teman volunteer lainnya memilih untuk menggunakan akses darat. Menggunakan mobil berkapabilitas “off road” di area bebatuan yang berkelok-kelok merupakan pengalaman pertama saya. Di sini kami berpetualang menyusuri hutan yang dikelilingi oleh banyak pohon karet. “Kalau sudah lewat dari jam 5 sore, biasanya suka muncul hewan-hewan liar seperti babi hutan, monyet dan ular, jadi kadang-kadang suka kasihan sama anak-anak sekolah yang pulang terlambat hingga sore hari”, tutur pemandu kami.



Dengan menempuh perjalanan sekitar 1 jam, kami tiba di lokasi utama (SDN 03 Cisarua, Purwakarta). Dari jarak sekitar 20 meter, terlihat gerombolan anak-anak sekolah berseragam pramuka dan olahraga menyambut gembira kedatangan kami. Kami sangat senang melihat sambutan dan antusias mereka yang begitu hangat serta senyum mereka yang begitu tulus kepada kami. Dengan tidak sabar, saya pun bergegas keluar dari mobil yang saya tumpangi untuk kemudian bersalaman, bercengkerama dan berfoto bersama dengan adik-adik yang sudah lama menunggu kedatangan kami akibat keterlambatan dari jadwal yang telah ditentukan.

Saya pun langsung mengeluarkan beberapa makanan ringan yang sudah saya siapkan untuk anak-anak tersebut dan kami pun langsung bermain games yang dibantu juga dengan teman-teman volunteer lainnya. Rasa haru saya rasakan saat anak-anak tersebut sangat bersemangat menyanyikan lagu “Indonesia Raya” dan menyanyikan lagu “Bagimu Negeri”. Tidak lama setelah kami bermain games ringan, rombongan yang menggunakan perahu pun tiba di lokasi, kami kemudian bersiap-siap untuk melakukan kegiatan selanjutnya.



Acara kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah dengan pihak sekolah serta para orang tua yang hadir. Sementara anak-anak di lapangan langsung dihibur oleh para volunteer dengan diberikan games ceria. Mereka sungguh tampak bahagia saat kami memandu mereka untuk bermain games yang mengasah kreatifitas dan keberanian mereka. Mereka kami bagi ke dalam beberapa kelompok, seperti kelompok Sumatera, Bangka Belitung, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Papua. Beragam games pun kami berikan untuk menghibur mereka agar mereka pun senantiasa menjadi anak-anak yang ceria.

Hari sudah semakin sore, hujan rintik-rintik pun mulai turun, dengan tanpa menunggu waktu, kami pun langsung bergegas membagikan buku-buku bacaan, alat sekolah, jas hujan, makanan dan lain sebagainya kepada sekitar 50 anak yang hadir. Bantuan ini merupakan dukungan dari organisasi, komunitas, perusahaan, serta masyarakat yang turut andil dalam menyumbang. Hingga pada akhirnya, acara diakhiri dengan berfoto bersama di lapangan sekolah yang hanya memiliki 3 ruang kelas untuk dipakai bersama-sama ini. Saat kami akan pulang kembali ke area titik kumpul di SMPN 03 Tegal Waru, kami berpamitan dengan para orang tua yang hadir, pihak sekolah, serta anak-anak murid di sana.


Saat kembali pulang ke area titik kumpul, saya memilih untuk menggunakan perahu untuk menyeberangi waduk Jatiluhur, saya akhirnya bisa melihat keindahan danau di Purwakarta yang selama ini hanya saya dengar dari guru sekolah saya sewaktu saya masih duduk di bangku sekolah dasar. Di sekeliling danau terlihat pemangdangan tebing yang elok serta hembusan angin sejuk di sore hari. Setelah sekitar 15 menaiki perahu, kami pun melanjutkan perjalanan menggunakan mobil untuk sampai di area titik kumpul.

Setibanya di area titik kumpul, kami beristirahat sejenak di “Rumah Ilmu” sembari menunggu rombongan yang menggunakan  akses darat “off road” yang ternyata sempat mengalami kendala di perjalanan akibat salah satu mobil tersebut tidak berhasil melalui track perjalanan yang cukup riskan. Hingga pada akhirnya setelah kami semua berkumpul lagi, kami berfoto bersama di depan “Rumah Ilmu” sebelum pada akhirnya kami semua kembali ke rumah kami masing-masing.

Tentunya, kegiatan yang sungguh mulia ini tidak dapat saya lupakan. Semoga, bertepatan dengan hari ulang tahun GIB yang pertama ini pada tanggal 28 Oktober 2013 (bertepatan dengan hari sumpah pemuda), GIB bisa terus melebarkan sayapnya untuk dapat terus memperbaiki kualitas pendidikan di Indonesia melalui perbaikan kualitas guru dan sekolah demi Indonesia yang lebih baik. Salam berkibar!

15 October, 2013

Berkah Idul Adha

Berbicara mengenai Idul Adha, ada baiknya jika kita mengetahui awal mula terjadinya Idul Adha ini. Ya, sejak Nabi Ibrahim AS menyerahkan anaknya yang bernama Ismail AS kepada Allah SWT untuk disembelih, Allah SWT menggantinya dengan seekor kibas. Sejak itu pula umat manusia yang mampu secara financial dianjurkan untuk berkurban seekor kambing, domba, sapi, ataupun unta.


Idul Adha sendiri merupakan sebuah momen perayaan umat Muslim untuk mengenal lebih dekat dengan sang Maha Pencipta melalui suatu keikhlasan membantu sesama umat manusia. Dengan adanya momen ini, kita dapat mengetahui bahwasanya kita hidup berdampingan dengan orang lain yang juga membutuhkan bantuan kita.

Di Indonesia sendiri, jumlah kaum dhuafa sangatlah banyak, melalui kurban, para kaum dhuafa tersebut senantiasa dapat menikmati daging kurban dengan harapan bahwa daging yang dikonsumsi tersebut akan mendarah-daging dalam tubuhnya dan menjadikan berkah. Dengan demikian, para pemberi hewan kurban pun akan “terciprat” berkah dari para penerima daging kurban tersebut.

Berkurban seekor kambing, domba, sapi, maupun unta merupakan sebuah anjuran yang ditetapkan dalam ajaran Islam. Orang yang berkurban dipercaya akan memiliki kendaraan di akhirat nanti dari hewan yang dikurbankannya di dunia. Semisal, jika kita berkurban seekor kambing, maka kambing tersebut akan menjadi kendaraan kita di akhirat kelak.

Makna dari Idul Adha pun sangat beragam, bergantung pada individu yang menilai momen ini sesuai dengan perspektif masing-masing. Bagi saya, Idul Adha merupakan sebuah momen untuk saling berbagi dengan rasa tulus dan ikhlas. Maka kita akan mengerti bahwa apa yang kita miliki di dunia ini, terdapat sebagian kecilnya merupakan hak orang-orang yang membutuhkan bantuan kita, walaupun sebenarnya untuk urusan berbagi dan member tidak harus selalu terjadi pada momen Idul Adha.

Semoga dengan adanya Idul Adha ini, kita akan menjadi insan-insan yang tidak hanya berakhlak mulia di hadapan sesama namun juga di hadapan sang Maha Pencipta alam semesta. Amiin.

16 August, 2012

Bahagia itu sederhana namun istimewa

Menelusuri kisah hidup di masa lalu berdasarkan pengalaman yang sangat mengesankan tentunya akan selalu teringat di benak ini. Saat itu, saya duduk di bangku kelas 3 SMA semester akhir. Kebahagiaan muncul dengan sangat sederhana namun istimewa bagi orang-orang terdekat saya dan juga sahabat-sahabat saya, khususnya bagi saya sendiri. Mengapa demikian? karena saat itu, pengumuman kelulusan diumumkan dan betapa bahagia yang tiada tara kami rasakan mengingat kelulusan dari Sekolah Menengah Atas (SMA)sangat kami damba-dambakan. Kelulusan dari SMA yang saya alami pada saat itu sangat berkesan tidak hanya bagi saya, melainkan orang-orang terdekat saya, terutama kedua orang tua saya yang begitu menginginkana saya untuk segera duduk di bangku kuliah. Tidak hanya keluarga, teman-teman seperjuangan pun ikut merasakan kebahagiaan yang luar biasa karena pada saat itu kelulusan mencapai 100% yang artinya tidak ada satu orang pun yang tidak lulus ujian akhir. Mengingat perjuangan saya dan teman-teman di SMA Alfa Centauri Bandung, yang pada saat itu, angkatan kami merupakan angkatan kedua di Sekolah Unggulan tersebut, membuat kami sangat merasakan kebahagiaan yang tiada tara. Raut wajah teman-teman seperjuangan atau yang biasa kami panggil dengan sebutan the Exist Crew, sangat terlihat dari pancaran wajah-wajah mereka. Rasa syukur yang kami rasakan pada saat itu serasa tidak pernah cukup untuk diucapkan. Saat ini, kami semua sudah berpencar melanjutkan studi di Perguruan Tinggi, baik di Indonesia maupun di luar negeri dan saat ini pun saya sudah memasuki semester 7. Rasa kekeluargaan yang begitu erat tidak akan pernah tergantikan dengan hal apapun karena mengingat selama 3 tahun berturut-turut selama menimba ilmu di SMA Alfa Centauri Bandung, kami tidak pernah berganti-ganti teman kelas. Keluarga the Exist Crew menorehkan arti penting bagi kami semua akan kebersamaan yang selalu menorehkan raut kebahagiaan di wajah kami. Saat sabtu lalu, 11 Agustus 2012, saya berkunjung ke Sekolah Sampoerna Academic di Bogor bersama para blogger Jakarta, saya turut merasakan nostalgia selama saya menjadi siswa SMA. Sungguh merupakan pertemuan yang sangat membuat saya bahagia ketika melihat raut wajah siswa-siswa Sampoerna Academic yang turut berbahagia dengan kedatangan kami di sana. Kebahagiaaan yang tercipta di sana tercipta karena adanya kebersamaaan dan kekeluargaan yang amat sangat terlihat dari kekompakan siswa-siswi di Sampoerna Academic. Hal yang sangat berkesan saat saya bertemu dengan siswa-siswi di sana adalah membagi pengalaman hidup yang walaupun sangat sederhana namun dapat mengubah semangat hidup mereka untuk menjadi lebih baik. Walaupun siswa-siswi di sana merupakan dari kalangan masyarakat pra sejahtera, namun semangat untuk belajarnya sangat tinggi, terbukti dengan kecerdasan mereka saat bertanya dan berbincang-bincang dengan para blogger yang hadir pada saat itu. Keterbatasan tidak akan pernah membuat seseorang patah semangat namun keterbatasan tersebut membuat seseorang menjadi lebih kuat dan terus mencoba untuk menghadapi setiap tantangan di depan mata. Acara sharing dan diskusi ditutup dengan kegiatan buka puasa bersama. Di sela-sela berbuka puasa, sungguh kebahagiaan pun muncul kembali saat saya bercengkerama dengan beberapa siswa-siswi di sana. Rasa kebersamaan itu tidak pernah dapat terlupakan mengingat raut wajah mereka yang sangat bahagia dengan kedatangan kami di sana. Hal ini pun membuat saya menjadi sangat rindu akan teman-teman saya di SMA yang selalu menjunjung tinggi arti persahabatan dan kekeluargaan. Sekilas, orang awam mengira bahwa kebersamaan itu adalah hal yang biasa saja namun bagi saya hal tersebut akan menjadi sangat istimewa karena kebersamaan itu selalu membawa kebahagiaan yang nyata. Kebahagiaan itu kita yang menciptakan, kehadiran orang-orang yang kita sayangi dan kita cintai turut menciptakan kebahagiaan tersebut. Hidup akan menjadi sangat indah bila kita memiliki cinta dan kasih sayang terhadap sesama. -APF

07 July, 2012

Gratitude

I believe that sometimes people just wanna give up and stop their life because something terrible happens to them. I have ever felt that thing, when everybody seemed neglecting me, when I had just got broken, when the dreams didn't even come true, when the clash happened, when I didn't have goals just because achieving goals seemed impossible. I just took a minute, I looked at the sky, I looked for the stars and you know what? I found a star, a sprinkled star, that was the one and only star that appeared at that time. Suddenly, I changed my mind, I thought that I was fool when I was just thinking about giving up of living my life. I realized that I was not alone, there must be so many people out there that sometimes having problems and might be worsen than mine but they keep on fighting to against their problems. I figured out that as a God-Fearing guy, I had to think critically to solve every single problem in my life. I believed that God had created the best faith on me, it always be beautiful when we always think positively about our life and try to be grateful on everything we have. I tried to look at those who're living worsen than me, how can't they get the prosperity in their life but they are still trying to be tough, never ever complain on anything happens in their life. They taught me on how to be grateful, on how to appreciate everything I have, on how to love people I live with, on how to respect everything worsen. That depends on the way we think and take the perception about something.
So I believed that everything might be so beautiful when we have love, when we realize that we're not alone, when we know that so many people out there are living worsen than us, when many people who are actually doing care about us, when God didn't answer our prayers at the time we asked because He has the best time to make it happen, and when we believe that there's always a way in every single problem we have. SO WE DON'T HAVE TO WORRY. Those who keep being thankful of what they have will always get the meaning of their life. They won't complain on anything happens in their life because they know how to handle it and they know that the opportunity of their life should be lived well. Do you know what? Happy people will always try to help others even if they actually need to get helped and those people will always be tough to face any terrible thing happens in their life. So I just wanna say that God will never give any problem that we can't solve, everything has its own way, that depends on the right time to take the decisions and the way we think about. Regards -APF

22 September, 2011

Dreams !!!!

Hi Guys, how are you doing today? it's been so long not to update my blog. well, now I'm gonna talk about the dreams. Hell yeah, I think everyone has their own dreams and what about you? have you ever had your dreams come true? Let's start to talk.......

I have so many dreams and I wanna make all my dreams come true, I expected to get high GPA, accepted in the top 5 Universities in the world, being a famous guy by his own career, have a good girlfriend, many friends, best friends, go around the world, speak many languages, be a professional photographer, artists, movie maker, and many more.

Sometimes, I feel that to get many dreams are impossible but I just let them go. Some of my dreams were not reached, I wasn't accepted in the top 5 Universities in the world but I didn't give up, I signed up at Bunda Mulia University, Jakarta, Indonesia, I'm taking communication science, public relations core. I do love to speak, to communicate, to build the relationships with other people. Sometimes, I also love to pay attentions to people's behave. People are unique, every human being is a unique person.

I have ever felt that I wanted to take Psychology as my major at the university, that's why I put my last name by the name "freud". It was taken by "Sigmund Freud", a philosopher of Psychology. I took communication science at last because I wanted to be a good public relations, I think when I have graduated from the undergraduate degree, I'll take the International relations or the International law for my postgraduate degree.

So what's next???? After graduating from my postgraduate degree, next for my another dream is working at the United Nations in the New York City (NYC), the United States, that's why, I hope I could be able to be accepted at Harvard University, Boston to continue my master degree.

I have ever heard a sentence that "a succeed person got their success by their well plans". So what's your plan next????? In the next few months, I really want to participate at the Indonesian-American scholarship that is held by the US embassy in Jakarta. This is a full scholarship for all undergraduate students, all majors who sit in the fifth grade, the other requirement is able to master English, proved by the TOEFL score or IBT.

I hope I will be accepted in this program so that I'll go to the US to have a short English course and also will learn about the culture of the US. To learn the cultures of other country is one of my eager, I like to know what's new for me and what's weird for me so that I'll survive to live in many countries, hehehehe and I also could introduce my own cultures to the world.

Dreams never come by it self but we have reach them by our own sweat, sacrifices, and many more. When I was a kid, my parents never forbid me to have many dreams but I keep remembering what they have said that we do not need to have many dreams as long as we do not want to make them come true, means that when we have many dreams, we also have to give the evidence that we're not just stuck in the same place, we need a change, from nobody be a somebody, change of making everything easy cause we never want to take any risks into making anything by counting and anticipating what's good and what's bad of the things, of any decisions that we will take, of selecting a friend, of changing minds, from impossible to be possible cause there is always a way.

We never be appreciated by other people if we do not appreciate them, so to appreciate people is one of the change that we need to do. Appreciate what people have just done, even just a little, meaningless, but everything can change, from small to big, from nothing to be everything, than you'll find what a life.

Improving your skill is one of the efforts that you have to do. E.g for example when you want to be a good singer but you never try to practice your vocal, it means nothing. You can get the spirit from your self, you don't need to force somebody to give the spirit for you. You can see the biography of succeed people, and learn what made them be success person like now.

I look at the biography of Agnes Monica, one of the Indonesian famous singer, I learn from her about what made her be a high level musician, actor, and model. I keep looking at the biography of people who have influenced me, not only Agnes Monica, the other ones such like Mr. President Barack Obama, Cinta Laura Kiehl, Michael Jackson, Justin Bieber, Beyonce, and many more.

They have motivated me to be a better one, so who are the people that have influenced you, may you can learn from their sacrifice and you can follow their best to get their dreams.

With Love, -Angga Freud <3 <3 <3

10 May, 2011

Saat seorang PR memberi uang tip kepada para wartawan


Saat seorang PR memberikan uang tip untuk para wartawannya demi kepentingan perusahaannya, jika dilihat dari etika profesi seorang Public Relations, hal tersebut selayaknya tidak perlu dilakukan karena dapat membuat image/citra seorang PR menjadi buruk di mata para wartawannya. Perlu kita ingat bahwasannya tidak semua wartawan menerima uang tip di dalam peliputan beritanya walaupun sudah banyak terbukti juga bahwa dalam kenyataannya banyak para wartawan yang menerima uang tip bahkan ada juga oknum dari para wartawan yang mengancam tidak akan menayangkan pemberitaan mengenai suatu perushaan jika wartawan yang bersangkutan tidak diberikan uang tip oleh pihak perusahan yang dimaksud (Public Relations). Banyak sekali kasus yang terjadi pada seorang Public Relations yang menganggap wartawan itu sebagai musuh di dalam selimut sehingga berpikiran bahwa setiap wartawan selalu menerima uang tip, padahal hal tersebut sebenarnya bisa menyinggung para wartawan yang tidak menerima uang tip.

Selain itu, hendaknya seorang PR perlu memahami prinsip-prinsip etika profesi, yakni adanya tanggungjawab yang lebih mementingkan kepentingan orang banyak serta mementingkan orang-orang yang dilayaninya, jika wartawan yang meliput press confrence tersebut tidak meminta uang tip, sebaiknya PR yang bersangkutan tidak perlu memberi uang tip tersebut namun akan lebih baik jika ditanyakan terlebih dahulu dengan sopan dan bersahabat, apakah wartawan tersebut terbiasa dengan uang tip atau tidak sehingga tidak menyinggung wartawan yang meliput serta tidak mengabaikan prinsip tanggungjawab seorang PR yang juga mementingkan kepentingan orang-orang yang dilayaninya (dalam hal ini para wartawan dan publik/khalayak luar).

Selain prinsip bertanggungjawab, di dalam etika profesi terdapat prinsip keadilan, yakni dalam hal ini seorang PR tidak boleh merugikan pihak yang menjadi client yang dilayaninya. Sehingga jika wartawan merasa dirugikan akibat pemberian uang tip yang dilakukan oleh seorang PR, maka dalam hal ini seorang PR tidak memiliki prinsip keadilan di mana hanya mementingkan kepentingan perusahaannya saja dengan mengabaikan kepentingan dari wartawan yang meliput press confrence tersebut. Sulit dipungkiri pula bahwa di Indonesia sendiri masih banyak wartawan yang melihat pemberian uang tip sebagai hak dasar mereka untuk meliput suatu berita di dalam sebuah press confrence. Akan tetapi, saya tetap memandang keprofesionalitasan suatu profesi atas dasar etika dan sikapnya dalam bekerja, sehingga uang tip yang diberikan hanyalah berupa apresiasi dalam bentuk bonus dari hasil kerjanya, bukan karena kepentingan perusahaan yang diliputnya saja.

Prinsip-prinsip lain dalam sebuah etika profesi adalah prinsip otonomi dan prinsip integritas moral. Mengacu pada prinsip otonomi, sebetulnya seorang PR yang memberikan uang tip tersebut akan menerima konsekuensinya terhadap apa yang diperbuatnya. Mungkin pemberitaan mengenai perusahaanya akan dinilai baik oleh masyarakatnya akan tetapi citra dari perusahaan tersebut akan jelek di mata para wartawannya karena dianggap rendah dengan memberikan uang tip kepada para wartawan dengan maksud pemberitaan mengenai perusahaannya diliput dan dipublikasikan.

Sedangkan, jika mengacu kepada prinsip integritas moral, PR yang memberikan uang tip tersebut sebenarnya memiliki integritas moral yang rendah di mata saya karena PR tersebut hanya mementingkan kepentingan perusahannya agar dinilai baik di mata masyarakatnya tanpa melihat keoentingan orang-orang disekitarnya (dalam hal ini adalah para wartawan yang tidak terbiasa menerima uang tip).

Terimakasih :)