27 October, 2013

Aktivitas Volunteering Membantu Sekolah Tertinggal Bersama Gerakan Indonesia Berkibar



Tidak seperti pada weekend biasanya, hari Minggu ini (27/10/2013), suasana lalu lintas Jakarta kembali macet di beberapa titik di pusat kota. Hal ini disebabkan bukan hanya adanya acara “Car Free Day” yang selalu diselenggarakan di setiap Minggunya, namun bertepatan pula dengan acara tahunan “Jakarta Marathon 2013”. Kondisi ini menyebabkan beberapa akses jalan ditutup, tidak hanya jalanan protokol saja, melainkan jalanan lain.

Tepat di hari ini, saya mengikuti kegiatan volunteering untuk membantu sekolah tertinggal di SDN 03 Cisarua, Purwakarta bersama GerakanIndonesia Berkibar (GIB). Di pagi hari, saya pergi dari rumah sekitar pukul 6.15 menggunakan taksi dengan harapan agar saya dapat hadir di “meeting point” (titik kumpul) para volunteer GIB yang telah dijadwalkan untuk hadir tepat pukul 7 pagi. Akan tetapi, akibat kegiatan “Jakarta Marathon 2013” yang sedang diselenggarakan, sehingga banyak akses jalan tertutup dan saya pun harus mencari-cari alternatif jalan lain untuk sampai di area titik kumpul tepat waktu.

Ekspektasi saya untuk hadir tepat waktu ternyata tidak tercapai. Saya hadir di area titik kumpul yang berlokasi di kantor “Ayo BerbuatBaik” (Grand Wijaya) sekitar pukul 9 pagi. Perasaan kesal sedikit muncul karena saya terlambat sekitar 2 jam namun ternyata teman-teman volunteer lain pun merasakan hal yang sama. Setibanya di area titik kumpul, saya dan teman-teman volunteer lainnya bergegas untuk menuju lokasi. Beberapa dari kami yang tergabung dalam “tim advance” sudah pergi terlebih dahulu, sedangkan saya yang tergabung dalam tim lainnya ber-convoy menggunakan mobil sejenis “Jeep” yang terdiri dari 5 mobil.




Di tengah perjalanan, salah satu mobil “Jeep” dari rombongan kami mogok di jalan akibat bocornya selang turbulator. Diperlukan waktu yang cukup lama untuk memperbaiki selang tersebut. Setelah mobil berhasil diperbaiki, rombongan kami pun melanjutkan perjalanan untuk menuju SMPN 03 Tegal Waru, Purwakarta (area titik kumpul sebelum melanjutkan ke SDN 03 Cisarua Purwakarta). Namun, di tengah jalan, kami pun kembali mendapatkan hambatan, kami sempat tersesat beberapa kali hingga akhirnya mendapatkan petunjuk jalan yang telah diarahkan oleh “tim advance” dan panitia.


Setibanya di area titik kumpul di Purwakarta, kami beristirahat makan siang sejenak sebelum melakukan loading barang dari mobil “pick up” ke mobil yang dapat menjangkau “off road” yang telah kami tumpangi sebelumnya. Loading barang pun kemudian dilakukan dengan kerjasama dari semua volunteer yang hadir. Volunteer yang hadir merupakan gabungan dari beberapa organisasi, komunitas, media dan perusahaan seperti Dompet Dhuafa, CIMB Niaga, Putera Sampoerna Foundation, Komunitas TAFT Diesel Indonesia, NET TV, Organisasi “AyoBerbuat Baik”, Kompas Gramedia, Cargil, dan Accer. Mobil “off road” tersebut merupakan support dari komunitas TAFT Diesel Indonesia.



Setelah loading barang selesai dilakukan, kami pun segera bergegas ke lokasi mengingat jadwal yang telah bergeser dari rencana yang telah ditentukan. Kami terbagi menjadi 2 kelompok, yakni kelompok yang menggunakan perjalanan darat dengan menggunakan mobil berkapabilitas “off road”, serta kelompok yang menyeberangi waduk Jatiluhur dengan menggunakan perahu. Saya dan beberapa teman-teman volunteer lainnya memilih untuk menggunakan akses darat. Menggunakan mobil berkapabilitas “off road” di area bebatuan yang berkelok-kelok merupakan pengalaman pertama saya. Di sini kami berpetualang menyusuri hutan yang dikelilingi oleh banyak pohon karet. “Kalau sudah lewat dari jam 5 sore, biasanya suka muncul hewan-hewan liar seperti babi hutan, monyet dan ular, jadi kadang-kadang suka kasihan sama anak-anak sekolah yang pulang terlambat hingga sore hari”, tutur pemandu kami.



Dengan menempuh perjalanan sekitar 1 jam, kami tiba di lokasi utama (SDN 03 Cisarua, Purwakarta). Dari jarak sekitar 20 meter, terlihat gerombolan anak-anak sekolah berseragam pramuka dan olahraga menyambut gembira kedatangan kami. Kami sangat senang melihat sambutan dan antusias mereka yang begitu hangat serta senyum mereka yang begitu tulus kepada kami. Dengan tidak sabar, saya pun bergegas keluar dari mobil yang saya tumpangi untuk kemudian bersalaman, bercengkerama dan berfoto bersama dengan adik-adik yang sudah lama menunggu kedatangan kami akibat keterlambatan dari jadwal yang telah ditentukan.

Saya pun langsung mengeluarkan beberapa makanan ringan yang sudah saya siapkan untuk anak-anak tersebut dan kami pun langsung bermain games yang dibantu juga dengan teman-teman volunteer lainnya. Rasa haru saya rasakan saat anak-anak tersebut sangat bersemangat menyanyikan lagu “Indonesia Raya” dan menyanyikan lagu “Bagimu Negeri”. Tidak lama setelah kami bermain games ringan, rombongan yang menggunakan perahu pun tiba di lokasi, kami kemudian bersiap-siap untuk melakukan kegiatan selanjutnya.



Acara kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah dengan pihak sekolah serta para orang tua yang hadir. Sementara anak-anak di lapangan langsung dihibur oleh para volunteer dengan diberikan games ceria. Mereka sungguh tampak bahagia saat kami memandu mereka untuk bermain games yang mengasah kreatifitas dan keberanian mereka. Mereka kami bagi ke dalam beberapa kelompok, seperti kelompok Sumatera, Bangka Belitung, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Papua. Beragam games pun kami berikan untuk menghibur mereka agar mereka pun senantiasa menjadi anak-anak yang ceria.

Hari sudah semakin sore, hujan rintik-rintik pun mulai turun, dengan tanpa menunggu waktu, kami pun langsung bergegas membagikan buku-buku bacaan, alat sekolah, jas hujan, makanan dan lain sebagainya kepada sekitar 50 anak yang hadir. Bantuan ini merupakan dukungan dari organisasi, komunitas, perusahaan, serta masyarakat yang turut andil dalam menyumbang. Hingga pada akhirnya, acara diakhiri dengan berfoto bersama di lapangan sekolah yang hanya memiliki 3 ruang kelas untuk dipakai bersama-sama ini. Saat kami akan pulang kembali ke area titik kumpul di SMPN 03 Tegal Waru, kami berpamitan dengan para orang tua yang hadir, pihak sekolah, serta anak-anak murid di sana.


Saat kembali pulang ke area titik kumpul, saya memilih untuk menggunakan perahu untuk menyeberangi waduk Jatiluhur, saya akhirnya bisa melihat keindahan danau di Purwakarta yang selama ini hanya saya dengar dari guru sekolah saya sewaktu saya masih duduk di bangku sekolah dasar. Di sekeliling danau terlihat pemangdangan tebing yang elok serta hembusan angin sejuk di sore hari. Setelah sekitar 15 menaiki perahu, kami pun melanjutkan perjalanan menggunakan mobil untuk sampai di area titik kumpul.

Setibanya di area titik kumpul, kami beristirahat sejenak di “Rumah Ilmu” sembari menunggu rombongan yang menggunakan  akses darat “off road” yang ternyata sempat mengalami kendala di perjalanan akibat salah satu mobil tersebut tidak berhasil melalui track perjalanan yang cukup riskan. Hingga pada akhirnya setelah kami semua berkumpul lagi, kami berfoto bersama di depan “Rumah Ilmu” sebelum pada akhirnya kami semua kembali ke rumah kami masing-masing.

Tentunya, kegiatan yang sungguh mulia ini tidak dapat saya lupakan. Semoga, bertepatan dengan hari ulang tahun GIB yang pertama ini pada tanggal 28 Oktober 2013 (bertepatan dengan hari sumpah pemuda), GIB bisa terus melebarkan sayapnya untuk dapat terus memperbaiki kualitas pendidikan di Indonesia melalui perbaikan kualitas guru dan sekolah demi Indonesia yang lebih baik. Salam berkibar!

No comments:

Post a Comment