Sabtu, 24 oktober 2010 aroma udara pagi yang sejuk menghantarkan energi positif untuk menikmati keindahan laut Bunaken di kawasan Sulawesi Utara sebelah barat kota Manado.
Menikmati perjalanan yang sangat berkesan ke Pulau Bunaken menjadi kenangan yang sulit terlupakan bagi saya. Perjalanan dari Manado menuju Pulau Bunaken ditempuh dalam waktu dua jam perjalanan dengan menggunakan bus wisata dan boat. Selama dalam perjalanan menggunakan boat, saya dan salah seorang rekan saya berdiri di ujung boat bagaikan adegan Leonardo De Caprio dan Kate Winslet dalam tayangan film Titanic. Selama perjalanan ke tengah-tengah laut, saya melihat atraksi secara alami dari segerombolan lumba-lumba yang melompat-lompat ke permukaan. Kepiawaian penyu-penyu pun dalam berenang di bawah permukaan laut menjadi daya tarik saya untuk tetap menikmati keindahan Laut Bunaken.
Setibanya di lokasi di mana tempat biasanya para wisatawan melakukan snorkeling dan diving, maka saya pun sangat berantusias dan sudah sangat tidak sabar untuk ber-snorkeling dan ber-diving bersama teman-teman. “Pak-pak, ada ikan hiunya nggak pak di sini?” seraya teman saya bertanya, dan petugas pun menjawab “Di Bunaken sendiri terdapat banyak hiu namun hiu biasanya terdapat di kedalaman 40 meter di bawah permukaan laut sedangkan bagi penyelam pemula biasanya hanya boleh menyelam maksimal sampai kedalaman 10 meter di bawah permukaan laut”. Berdasarkan informasi yang disampaikan oleh petugas tersebut, maka saya pun semakin berani untuk menyelam ke dasar laut.
Dengan keterbatasan alat-alat menyelam maka saya pun menunggu giliran menyelam sembari ber-snorkeling atau melihat keindahan dasar laut hanya dari permukaannya saja. Rasa khawatir dari dalam diri saya pun tiba-tiba muncul saat saya terjun dari boat ke permukaan laut, walaupun saya menggunakan peralatan snorkeling (termasuk baju pelampung) akan tetapi saya tetap khawatir tenggelam karena saya tidak mahir berenang. Dari boat / kapal tampak seorang ibu-ibu tua yang satu kapal dengan saya, mengambil gambar saya dari kamera pribadinya, tanpa mengulur waktu, saya pun langsung bergaya dan memintanya untuk dikirimkan ke email saya.
Setelah puas ber-snorkeling, saya pun lanjut melakukan diving atau menyelam ke dasar laut selama kurang lebih sepuluh menit. Sungguh pengalaman yang luar biasa karena saya dapat bercengkerama dengan kehidupan di laut secara langsung, melihat berbagai macam ikan hias, bintang laut, terumbu karang dan sebagainya. Akan tetapi, waktu sepuluh menit itu sungguh sangat singkat sekali bagi saya dan setelah waktunya berakhir, saya pun harus kembali ke permukaan laut dan naik ke boat / kapal.
Pengalaman menyelam tersebut merupakan pengalaman pertama bagi saya hingga pada saat naik ke kapal, perut saya pun terasa mual dan saya dengan tidak sengaja muntah. Salah satu teman saya bertanya “Are you okay? You looked so pale” dengan lemas saya pun menjawab “I’m okay, don’t worry about me, thanks”. Hari pun sudah semakin sore, dengan selesainya serangkaian acara di laut Bunaken, maka saya dan teman-teman pun kembali ke hotel dan selama perjalanan pulang ke hotel, kami semua tertidul pulas akibat kelelahan yang kami rasakan.
No comments:
Post a Comment