
Menguasai kedua perspektif (pendekatan) baik pendekatan kualitatif maupun pendekatan kuantitatif sangatlah penting. Becker (Mulyana, 2001: 5) mendefinisikan perspektif atau pendekatan sebagai seperangkat gagasan yang melukiskan karakter situasi yang memungkinkan pengambilan tindakan. Sehingga, berdasarkan pemahaman saya, perlunya memahami kedua pendekatan agar kita dapat mengimplementasikan suatu permasalahan dari berbagai sisi.
Yakni dari perspektif kualitatif yang notabennya lebih menitikberatkan terhadap kesubjektifan hasil data yang mendeskripsikan, dan mengkritisi suatu fenomena yang ada secara lebih khusus dan mendalam. Sedangkan perspektif kuantitatif lebih menitikberatkan terhadap keobjektifan hasil data yang dapat mempengaruhi suatu fenomena sosial dan menghubungkannya dengan fenomena lain sehingga di dalam pendekatan kuantitatif mengkaji mengenai besaran, jumlah, intensitas, frekuensi, pengaruh, serta hubungan dari satu fenomena dengan fenomena yang lainnya.
Secara umum pendekatan kuantitatif memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
•Hubungan riset dengan subjek jauh. Hal ini dapat diartikan bahwasannya seorang peneliti menganggap sebuah realitas terpisah dengan dirinya, oleh sebab itu perlu adanya jarak agar keobjektifitasan hasil data dapat terjaga dengan baik.
•Riset bertujuan untuk menguji teori atau hipotesis, mendukung atau menolak teori. Dengan demikian sudah sangat jelas bahwa data dijadikan sebagai sarana konfirmasi teori atau dengan kata lain teori dibuktikan dengan data.
•Riset harus dapat digeneralisasikan. Hal ini menuntut sampel yang representatif dari seluruh populasi,operasionalisasikonsep serta alat ukur yang valid dan realibel.
•Prosedur riset rasional empiris, maksudnya adalah riset berangkat dari teori-teori dan konsep-konsep yang melandasinya.
Sedangkan pendekatan kualitatif memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
•Intensif, peneliti melakukan riset penelitiannya cnderung lebih lama dibandingkan dengan peneliti yang menggunakan pendekatan kuantitatif.
•Perekaman dilapamgan dilakukan dengan hati-hati terhadap apa yang terjadi dengan catatan-catatan dan tipe-tipelain dari bukti dokumenter.
•Analisis data di lapangan.
•Hasil data dideskripsikan secara detail dan terperinci.
•Menyikapi permasalahan secara subjektif, periset bertindak sebagai sarana penggalian interpretasi data.
•Realitas adalah holistik dan tidak dapat dipilah-pilah.
•Peneliti menjelaskan penjelasan-penjelasan yang menjadi ciri khasnya tentang sesuatu yang terjadi dan tentang individu-individunya.
•Penelitian dilakukan berdasarkan keingintahuan fenomena secara lebih mendalam bukan terhadap keluasannya.
•Prosedur risetnya bersifat empiris dan tidak berstruktur.
•Hubungan antara teori,konsep dan data melahirkan teori baru.
Implikasi terhadap hasil penelitian yang diperolehnya yakni penguasaan terhadap pendekatan kuantitatif dapat membuat peneliti dapat menggunakan hasil penelitiannya untuk riset keilmuan yang menitikberatkan terhadap kuntitas dari besaran, frekuensi, intensitas, hubungan serta pengaruh dari suatu fenomena dengan fenomena yang lainnya yang kemudian hasil daripenelitian tersebut diverifikasi oleh teori yang berkaitan.
Sedangkan implikasi terhadap penelitian yang mengunakan pendekatan kualitatif adalah peneliti dapat mengkritisi suatu permasalahan sosial secara lebih mendalam dan lebih menitikberatkan terhadap kualitas dari suatu fenomena yang ada yang kemudian hasil dari penelitian tersebut dijadikan sebagai landasan teori.
(Sumber : Kriyantono, Rachmat, Teknis Praktis Riset Komunikasi, Kencana Prenada Media Group, Cetakan ke-5, Desember 2010.)
mau nanya mas, ada gak contoh perspektif/paradigma kualitatif untuk analisis isi foto jurnalistik? kebetulan judul saya lebih kurang seperti itu. thank you
ReplyDelete